Alur Usaha

Komitmen kami untuk efisiensi dan keberlanjutan memandu setiap langkah dari alur usaha, memastikan pengelolaan sumber daya yang bertanggung jawab dan pertumbuhan usaha yang berkelanjutan untuk menciptakan nilai-nilai yang positif
bageur-36221207040916
PENAMBANGAN, PENGOLAHAN & PEMURNIAN NIKEL 

Produksi dari nikel yang sudah dimurnikan terdiri dari beberapa tahap, mulai dari penambangan bijih nikel sampai ke proses pemurnian, yang mana tahap-tahap tersebut saling terkait dengan tujuan untuk merubah bijih nikel menjadi nikel dengan kadar kemurnian yang lebih tinggi (higher-purity nickel) yang layak untuk berbagai aplikasi industri, mulai dri produksi stainless steel hingga manufaktur baterai.

Proses pemurnian dimulai dengan pengambilan bijih nikel melalui penambangan terbuka. Setelah ditambang, bijih nikel kemudian diangkut ke lokasi penimbunan untuk proses pengeringan, penghancuran dan penggilingan. Setelah itu, dilanjutkan dengan proses smelting menggunakan reduction kiln untuk mengurangi atau membuang partikel kotor agar diperoleh produk antara dengan spesifikasi yang layak untuk proses pemurnian lebih lanjut.

Selanjutnya, produk antara nikel tersebut akan melalui proses pemurnian berikutnya untuk memperoleh nikel dengan kadar kemurnian yang lebih tinggi (higher-purity nickel) menggunakan teknologi tertentu.

Teknologi pemurnian yang digunakan oleh masing-masing IMI, WMI, SNMI dan BSE memiliki perbedaan. IMI dan SNMI memproduksi nikel yang dimurnikan menggunakan teknologi rotary kiln electric furnace (RKEF) dalam bentuk nickel pig iron, sedangkan teknologi RKEF dari WMI dilengkapi dengan converter untuk menghasilkan high-grade nickel matte (lihat alur produksi di bawah ini). Lebih lanjut, BSE dirancang untuk memproduksi produk nickel-cobalt hydroxide (Mixed Hydroxide Precipitate (MHP)) menggunakan teknologi high-pressure acid leaching (HPAL) technology. 

666a7d1164145-id